Pada buku pertama,
Pencuri Petir, Percy diperkenalkan sebagai bocah berusia 12 tahun yang mengidap ADHD dan disleksia.
Karena berbagai macam hal aneh yang dilakukannya, Percy harus mencari
sekolah baru tiap awal tahun pelajaran karena selalu dikeluarkan. Suatu
hari, Percy diserang oleh guru matematikanya yang sebenarnya adalah
salah satu Erinyes. Dia diberikan pedang "Riptide" ("Anaklusmos" dalam bahasa Yunani) oleh guru Bahasa Latinnya yang sebenarnya adalah seorang centaurus bernama Chiron. Percy akhirnya dibawa oleh temannya, Grover Underwood, yang sebenarnya adalah seorang satir, serta ibunya, ke Perkemahan Blasteran, namun ditengah jalan Sally diculik ke dunia bawah oleh Minotaurus.
Sesampainya di perkemahan, Percy diberitahu tentang bagaimana dia
adalah blasteran putra Poseidon, serta tentang Ramalan Besar. Dia juga
diberitahu bahwa dia telah dituduh oleh Zeus telah mencuri Petirnya dan
bila dia tidak mengembalikannya sebelum Titik Balik Musim Panas, Zeus
akan memulai perang dengan Poseidon. Ditemani dengan Grover dan
blasteran putri dewi Athena,
Annabeth Chase, Percy memulai ekspedisi mencari petir Zeus, menduga
bahwa Hades yang telah mencurinya. Namun setelah berbicara dengan Hades,
Percy mengetahui bahwa Ares-lah yang telah mencuri petir setelah dimanipulasi oleh teman blasteran Percy, putra Hermes, Luke Castellan, yang bekerja untuk membangkitkan Titan Kronos
kembali untuk menghancurkan Olympus. Walau Luke dapat keluar dan
bergabung dengan pasukan Kronos, Percy berhasil membebaskan ibunya dan
mengembalikan Petir Zeus.
Di buku
Lautan Monster, Percy berteman dengan Tyson yang sebenarnya adalah seorang cyclops
anak Poseidon, menjadikannya saudara tiri Percy. Pohon Thalia yang
melindungi perkemahan telah dilukai, menyebabkan perkemahan rawan
terserang monster. Walau ekspedisi untuk mencari Bulu Domba Emas yang
dapat menyembuhkan pohon telah diserahkan kepada musuh bebuyutan Percy,
putri Ares, Clarrise La Rue, Percy mendapat penglihatan bahwa Grover
telah diculik oleh cyclops, Polyphemus.
Ditambah dengan pemberkatan Hermes yang meminta supaya Percy dapat
mengembalikkan Luke ke jalan yang benar, Percy bersama Annabeth dan
Tyson memulai ekspedisi menuju Lautan Monster (disebut juga Segitiga Bermuda).
Dengan bantuan Clarrise yang mereka temui di jalan, mereka berhasil
menyelamatkan Grover dan mendapatkan Bulu Domba Emas, walau mereka
sempat berhadapan dengan Luke dan Pasukan Kronos dan diselamatkan oleh
Chiron. Pohon Thalia-pun disembuhkan ke wujud asalnya, putri blasteran
Zeus, Thalia Grace. Di buku Ketiga,
Kutukan Para Titan, Percy
bersama Annabeth, Grover, dan Thalia merekrut dua blasteran: Bianca dan
Nico di Angelo, namun Annabeth diculik di perjalanan. Setelah mendengar
bahwa Artemis
juga diculik oleh pasukan Kronos dan kebangkitan suatu monster yang
membahayakan dewa, Percy bersama Grover, Thalia, Bianca, dan letnan
Pemburu Artemis, Zöe Nightshade, memulai perjalanan menyelamatkan
mereka. Di tengah jalan, Percy bertemu dengan gadis fana bernama Rachel
Elizabeth Dare yang dapat melihat menembus "Kabut", sama seperti ibu
Percy. Dalam ekspedisi, Bianca tewas, sementara mereka mengetahui bahwa
monster yang dibicarakan adalah Ophiotaurus yang dinamai Percy "Bessie" dan juga Artemis dan Annabeth dipaksa memikul beban bola langit menggantikan Titan Atlas.
Percy juga sempat memikul beban bola langit, namun mereka akhirnya
dapat menipu Atlas memikul bebannya lagi, walau dengan korban Zöe. Para
dewa kemudian mengadakan rapat mendiskusikan apakah mereka harus
membunuh Percy dan Bessie; mereka sepakat tidak membunuh keduanya. Saat
kembali ke perkemahan, Percy mengetahui bahwa Bianca dan Nico adalah
anak-anak Hades setelah Nico, yang marah karena Percy tidak melindungi
Bianca, mengirim pasukan tengkorak.
Buku Keempat,
Pertempuran Labirin menceritakan saat ada permainan di hutan perkemahan, Percy dan Annabeth menemukan jalan ke "Labirin" karya Daedalus.
Karena Labirin tersebut dapat digunakan Pasukan Kronos untuk menyerang
perkemahan, Percy ikut dalam ekspedisi dipimpin Annabeth bersama Grover
dan Tyson untuk bertemu Daedalus dan mencegahnya memberikan jalan kepada
Pasukan Kronos. Perjalanan di Labirin membawa Percy kemana-mana, mulai
dari pertemuan dengan Nico yang masih marah, dengan hephaestus
yang memberikan petunjuk dimana Daedalus berada, pertemuannya dengan
anak Atlas, Calypso, serta ke markas pasukan Kronos, di mana Percy
mengetahui bahwa Luke telah membolehkan tubuhnya dirasuki Kronos. Saat
mereka berhasil bertemu Daedalus, Daedalus sudah memberikan jalan kepada
pasukan Kronos yang kemudian menyerang perkemahan secara besar-besaran.
Perkemahan dapat memundurkan pasukan Kronos, walau dengan korban yang
banyak. Di buku terakhir
Dewa Olympia Terakhir, Percy ikut dalam pertahanan Olympus saat para dewa sedang disibukkan dengan serangan monster Typhon di barat. Melalui saran Nico, Percy mandi di Sungai Styx
untuk memperoleh kekebalan dengan satu titik lemah. Percy juga ikut
dalam pertarungan terakhir dengan Kronos, di mana Luke mengorbankan
dirinya untuk memecahkan jiwa Kronos. Sebagai hadiah dari para dewa,
Percy meminta supaya seluruh blasteran, baik anak dewa minor maupun
Olympia, dapat dikenali dan dibangunkan perkemahan dewa-dewa minor. Di
akhir novel, Percy dan Annabeth mengungkapkan perasaan cinta mereka dan
mulai berpacaran.